Sabtu, 09 April 2016

Membuat Resensi Artikel

Nama : Tantri Nur Jayanti
Kelas : 3EA10
NPM : 18213792
Nama Blog : http://tantrinurjayanti.blogspot.co.id/
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Tugas : Membuat resensi artikel

1. Data Publikasi
Judul Artikel : Jam Piket Organ Tubuh
Penulis : Dokter Made
Tanggal : 22 Maret 2007
Tema : Jam Piket Organ Tubuh

2. Ringkasan


Setiap orang tentu mendambakan tubuh yang sehat. Banyak hal yang dilakukan orang untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan segar setiap hari seperti olahraga secara teratur, makan secara teratur dan menghindari makanan yang berbahaya bagi tubuh. Namun selain itu, ada hal yang juga perlu diperhatikan agar tubuh tetap sehat, yaitu dengan mengetahui jam piket organ tubuh. Berikut informasi tentang jam piket organ tubuh :

  • LAMBUNG

Kerja lambung akan melemah pada pukul 19.00 – 21.00. Pada jam-jam ini, usahakan untuk tidak memakan makanan atau minuman yang sulit dicerna. Hindari kebiasaan makan terlalu dekat dengan tidur malam agar makanan bisa dicerna dengan baik dan tidak membusuk dalam lambung yang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit.

  • LIMPA

Jam piket organ limpa melemah pada pukul 21.00 – 23.00. Pada saat itu terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa, untuk meningkatkan imunitas.

  • JANTUNG

Pukul 23.00 – 01.00 kerja jantung menurun. Usahakan untuk tidak begadang,  merokok, dan minum kopi pada jam-jam ini karena dapat melemahkan fungsi jantung yang berakibat jantung tidak bisa memompa jumlah darah yang cukup keseluruh tubuh.


  • HATI

Organ hati akan melemah pada pukul 13.00 – 15.00. pada jam ini usahakan untuk istirahat seperti tidur, karena dengan demikian, sel darah merah akan terkumpul di dalam hati dan terjadi proses regenerasi.

  • PARU-PARU
Pada pukul 03.00 – 05.00 oksigen sangat melimpah. Pada saat ini pula kerja paru-paru menguat. Dianjurkan pada waktu ini untuk olahraga dan olah nafas agar tubuh mendapatkan oksigen yang baik. Usahakan untuk tidak merokok pada pukul 15.oo – 17.00, karena pada waktu ini kondisi paru-paru sedang melemah. Usahakan juga untuk tidak menghirup udara-udara kotor.


  • GINJAL
Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama denganair dalam bentuk urin. Pada pukul 17.00 – 19.00 dianjurkan untuk belajar, karena pada waktu ini Ginjal menguat, dan  terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak sehingga memperkuat kecerdasan.

  • USUS BESAR
Fungsi usus besar yaitu menyimpan dan eliminasi sisa makanan, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dengan cara menyerap air dan mendegradasi bakteri. Usahakan untuk buang air besar (BAB) pada pukul 05.00 – 07.00 karena kondisi usus besar sedang menguat. Itulah informasi tentang jam piket organ tubuh. Dengan mengetahui informasi tersebut, semoga kita dapat menjaga organ tubuh kita agar selalu bekerja dengan baik.

3. Keunggulan / Kelebihan
Dengan mengetahui jam piket organ tubuh, maka seseorang dapat mengatur pola hidup yang sehat.

4. Kelemahan / Kekurangan
-

5. Pendapat Akhir / Saran
Bagi pembaca blog, Agar dipublikasikan kembali tidak hanya di media internet saja melainkan media cetak.

6. Lampiran

Jam Piket Organ Tubuh


Setiap orang tentu mendambakan tubuh yang sehat. Banyak hal yang dilakukan orang untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan segar setiap hari seperti olahraga secara teratur, makan secara teratur dan menghindari makanan yang berbahaya bagi tubuh. Namun selain itu, ada hal yang juga perlu diperhatikan agar tubuh tetap sehat, yaitu dengan mengetahui jam piket organ tubuh. Dengan mengetahui jam piket organ tubuh, maka seseorang dapat mengatur pola hidup yang sehat. Berikut informasi tentang jam piket organ tubuh:

  • LAMBUNG
Fungsi lambung secara umum adalah tempat dimana makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-sari makanan diserap. Pada pukul 07.00-09.00 kondisi lambung sedang menguat. Usahakan untuk sarapan pada jam ini, karena kondisi lambung sedang menguat sehingga gizi dan nutrisi yang anda makan/minum bisa tercerna dengan baik. Dianjurkan 30 menit sebelum makan untuk minum jus buah, jamu, air putih atau ramuan lain.

Kerja lambung akan melemah pada pukul 19.00 – 21.00. Pada jam-jam ini, usahakan untuk tidak memakan makanan atau minuman yang sulit dicerna. Hindari kebiasaan makan terlalu dekat dengan tidur malam agar makanan bisa dicerna dengan baik dan tidak membusuk dalam lambung yang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit.

  • LIMPA
Limpa adalah kelenjar tanpa saluran (ductless) yang berhubungan erat dengan sistem sirkulasi dan berfungsi menghancurkan sel darah merahtua. Limpa termasuk salah satu organ sistem limfoid, selain timus,tonsil, dan kelenjar limfe.  Sistem limfoid berfungsi untuk melindungitubuh dari kerusakan akibat zat asing. Sel-sel pada sistem ini dikenal dengan sel imunokompeten yaitu sel yang mampu membedakan sel tubuhdengan zat asing

Pada pukul 09.00 – 11.00 kerja limpa sedang menguat, sehingga limpa bisa menyalurkan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Jika waktu ini Anda mengantuk, maka kurangi makanan manis karena bisa memperlemah limpa.

Jam piket organ limpa melemah pada pukul 21.00 – 23.00. Pada saat itu terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel 
limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa, untuk meningkatkan imunitas.

  • JANTUNG
Jantung merupakan salah satu organ terpenting tubuh, kelainan pada jantung dapat beresiko kematian. Untuk itu seseorang harus benar-benar menjaga kondisi jantung agar selalu sehat.

Kerja jantung akan menguat pada pukul 11.00 – 13.00. Dianjurkan untuk istirahat agar kerja jantung untuk memompa darah keseluruh tubuh bekerja dengan baik.

Pukul 23.00 – 01.00 kerja jantung menurun. Usahakan untuk tidak begadang,  merokok, dan minum kopi pada jam-jam ini karena dapat melemahkan fungsi jantung yang berakibat jantung tidak bisa memompa jumlah darah yang cukup keseluruh tubuh.


  • HATI
Pada pukul 01.00 – 03.00 Giliran hati yang menguat, pada hati yang menguat, akan terjadi proses pembuangan racun atau limbah hasil metabolisme tubuh.

Organ hati akan melemah pada pukul 13.00 – 15.00. pada jam ini usahakan untuk istirahat seperti tidur, karena dengan demikian, sel darah merah akan terkumpul di dalam hati dan terjadi proses regenerasi.

  • PARU-PARU
Pada pukul 03.00 – 05.00 oksigen sangat melimpah. Pada saat ini pula kerja paru-paru menguat. Dianjurkan pada waktu ini untuk olahraga dan olah nafas agar tubuh mendapatkan oksigen yang baik.

Usahakan untuk tidak merokok pada pukul 15.oo – 17.00, karena pada waktu ini kondisi paru-paru sedang melemah. Usahakan juga untuk tidak menghirup udara-udara kotor.


  • GINJAL
Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama denganair dalam bentuk urin.

Pada pukul 17.00 – 19.00 dianjurkan untuk belajar, karena pada waktu ini Ginjal menguat, dan  terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak sehingga memperkuat kecerdasan.

  • USUS BESAR
Fungsi usus besar yaitu menyimpan dan eliminasi sisa makanan, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dengan cara menyerap air dan mendegradasi bakteri.

Usahakan untuk buang air besar (BAB) pada pukul 05.00 – 07.00 karena kondisi usus besar sedang menguat.

Itulah informasi tentang jam piket organ tubuh. Dengan mengetahui informasi tersebut, semoga kita dapat menjaga organ tubuh kita agar selalu bekerja dengan baik.


Referensi : 

http://www.blogdokter.net/2007/03/22/jam-piket-organ-tubuh/


https://www.google.com/img





Sabtu, 05 Maret 2016

Analisa Kesalahan Diksi dan Ejaan Bahasa Indonesia pada Artikel di Media Massa

Pengertian Diksi :
Diksi adalah pilihan kata dalam mengungkapkan apa yang ingin disampaikan
Pengertian Konvensi Penulisan Karangan Ilmiah :
Konvensi penulisan karangan ilmiah adalah kaidah yang mengatur penampilan karangan ilmiah agar teratur. Keteraturan yang tampak pada penulisan karangan ilmiah adalah sistematika penomoran yaitu dengan menggunakan system gabungan angka dan huruf dan system angka digital.
Pengertian Ejaan :
Ejaan adalah seperangkat aturan atau kaidah yang mengatur cara melambangkan bunyi, cara memisahkan atau menggabungkan kata, dan cara menggunakan tanda baca. Ejaan yang berlaku sekarang adalah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang diresmikan pada 16 Agustus 1972.
Di bawah ini merupakan salah satu contoh kesalahan penggunaan diksi dan ejaan yang ditemukan pada artikel.
Tips Agar Cepat Hamil.
Kehamilan dan mendapatkan keturunan merupakan sebuah harapan yang besar bagai pasangan suami isteri, khususnya bagi mereka yang baru saja melangsungkan pernikahan. Hadirnya buah hati dalam kehidupan keluarga menambah lengkap suasana. Momen tatkala hasil test kehamilan menunjukkan postif, adalah sebuah moment yang sangat dinanti oleh pasangan suami isteri bagi mereka yang mendambakan hadirnya generasi penerus keluarga.
Namun ada kalanya, harapan akan mendapatkan kehamilan dan keturunan terasa mulai sirna tatkala kehamilan yang ditunggu-tunggu belum datang juga. Stress dan putus asa banyak menghinggapi pasangan suami isteri yang telah lama menanti. Kadang kondisi ini banyak membuat sebuah keluarga menjadi tidak harmonis dan akhirnya terjadi perceraian gara-gara kasus ini. Sebetulnya banyak kasus yang menyebabkan sulitnya sebuah pasangan suami isteri untuk mendapatkan keturunan, di mulai dari adanya penyakit, gangguan hormonal, gangguan sistem reproduksi dan berbagai macam hal lainnya yang tentunya hal ini perlu dilakukan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut untuk mengatasinya. Namun ada kalanya juga seorang pasangan suami isteri sulit untuk cepat hamil dikarenakan kurangnya pengetahuan dasar mengenai kehamilan, sehingga kehamilan yang di nanti belum datang juga.
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan bagi pasangan suami isteri agar cepat mendapatkan kehamilan:
Berdoa Kepada Yang Maha Kuasa
Manusia hanyalah bisa merencanakan dan berusaha, sedangkan yang menentukan semuanya tentulah Tuhan. Oleh karena itu lengkapi usaha anda dengan berdoa kepada-Nya, agar diberkahi secepatnya karunia kehamilan. Doa begitu kuat, yang mampu mewujudkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Jadi, berdoalah!
Periksakan Kondisi Kesehatan Anda
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan pemeriksaan kesehatan yang mencakup kesehatan tubuh anda sendiri, mengenai sistem reproduksi anda, tingkat kesuburan dan hal lainnya kepada ahlinya. Periksakan hal ini baik suami maupun isteri. Hal ini merupakan modal penting untuk terjadinya kehamilan dan  untuk diketahui oleh pasangan suami isteri, karena jika terjadi kendala pada hal tersebut, tentunya diperlukan perawatan dan pengobatan lebih lanjut dan bukan hanya sekedar tips. Jika setelah diperiksakan dan dinyatakan kondisi anda dan pasangan anda sehat, maka mungkin tips selanjutnya bisa bermanfaat dan dapat anda lakukan.
Menerapkan Pola Hidup Sehat
Hal lain yang tidak kalah penting adalah menerapkan pola hidup sehat. Inilah yang harus anda perhatikan :
Jika kebetulan anda atau suami perokok, sebaiknya menghentikan merokok. demikian juga dengan kebiasaan meminum alkhohol.
meminum alkohol sedikit pun mengurangi peluang kehamilan hingga 50 %
Pastikan Berat Badan Anda Tidak Kurang/Tidak Lebih (ideal) karena berat badan yang kurang/lebih selain bisa mempersulit pembuahan, juga menjadi masalah saat anda hamil. Sedangkan bagi pria, kekurangan berat badan bisa mengurangi pembentukan sperma.
Rajin Olahraga, dengan demikian kondisi badan anda selalu fit dan dalam proses pembuahan pun akan lebih besar terjadi.
Pola Makan Bergizi Seimbang dalam mengkonsumsi makanan sarat gizi yang diperlukan untuk mendapatkan kehamilan sehat kelak.
Ketahui Masa Subur Anda
Masa subur ditandai oleh kenaikan Luteinizing Hormone secara signifikan sesaat sebelum terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium). Kenaikan LH akan mendorong sel telur keluar dari ovarium menuju tuba falopii. Didalam tuba falopii ini bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Masa-masa inilah yang disebut masa subur, yaitu bila sel telur ada dan siap untuk dibuahi. Sel telur berada dalam tuba falopi selama kurang lebih 3-4 hari namun hanya sampai umur 2 hari masa yang paling baik untuk dibuahi, setelah itu mati.
Ketahui dan Hindari Masalah-Masalah Kesuburan (Infertilitas)
Masalah kesuburan terjadi akibat terganggunya sistem reproduksi pada wanita dan terjadinya penurunan kualitas dan kuantitas sperma pada pria. Sebuah penelitian menyatakan bahwa masalah kesuburan terjadi pada 40% akibat perempuan, 40% akibat laki-laki dan 30% akibat keduanya.
Gunakan Posisi Berhubungan Badan Yang Tepat
Banyak pakar kesuburan yang berpendapat bahwa posisi pria di atas saat berhubungan badan memberikan peluang terbaik bagi terjadinya kehamilan. Agar lebih efektif, wanita bisa mengganjal pinggulnya dengan bantal sehingga serviks-nya bisa menampung banyak sperma. Usahakan setelah ejakulasi antar pasangan terjadi, selama 10-20 menit agar wanita tetap dalam posisi berbaring. Janganlah beranjak dulu dari sikap tiduran ini karena dalam menit waktu ini cairan semen akan mencair, dan jika wanita bangkit cairan semen akan mengalir kembali ke vagina dan suasana asam membuat sperma melemah dan mati. Hal ini juga merupakan suatu supaya agar kesuburan seorang wanita dapat terjaga dengan baik.
Hadirkan suasana Santai Saat Berhubungan
Kegiatan berhubungan suami isteri ini selayaknya dilakukan dalam suasana yang santai dan juga romantis. Saat masa subur tiba dan direncanakan untuk berhubungan intim, sediakanlah waktu yang cukup. Jika selesai aktifitas dari suatu pekerjaan, istirahatlah terlebih dahulu untuk memberi waktu menyegarkan tubuh. Mandi bisa jadi suatu cara agar tubuh menjadi segar kembali. Jagalah mood dan bersikaplah santai, jangan terlalu stres dalam melakukan hubungan seksual, misalnya memikirkan apakah”kegiatan” kali ini akan membuahkan suatu kehamilan.
Ketahui Mengenai Pengetahuan Dasar Terjadinya Kehamilan
Hal ini juga penting diketahui oleh pasangan suami isteri agar dapat dijadikan sebagai gambaran untuk mendapatkan kehamilan. Mengetahui seberapa banyak jumlah sperma normal, kondisi serviks saat masa subur, berapa lama sperma mencapai sel telur dsb.
Minum Vitamin
Untuk cepat hamil, konsumsi vitamin maupun jenis makanan mengandung zat-zat dibutuhkan untuk kesuburan sangatlah penting untuk Anda dan pasangan. Vitamin C, salah satunya, dapat meningkatkan kualitas sperma. Mengkonsumsi 1000 mg dan 10 mcg vitamin D atau Vitamin E dapat meningkatkan kesuburan pria dan wanita. Dan wanita yang mengkonsumsi asam folat memiliki kesempatan hamil yang lebih baik dibanding mereka yang tidak mengkonsumsinya. Asam folat juga berperan penting dalam pembentukan tabung otak sang janin kelak.
Di bawah ini merupakan tabel perbaikan diksi dan ejaan.
NoKesalahanPerbaikanAnalisis
1Kehamilan dan mendapatkan keturunan merupakan sebuah harapan yang besar bagai pasangan suami isteri,Kehamilan dan mendapatkan keturunan merupakan sebuah harapan yang besar bagi pasangan suami isteri,Kata “bagai” memiliki arti seperti atau menyerupai. Sehingga tidak cocok digunakan di kalimat ini
2khususnya bagi mereka yang baru saja melangsungkan pernikahankhususnya bagi mereka yang baru saja melakukan  acara pernikahanKata “melangsungkan” kurang tepat digunakan dalam kalimat ini
3Momen tatkala hasil test kehamilan menunjukkan postif,Momen ketika hasil test kehamilan menunjukkan positif,Kata “ketika” lebih cocok digunakan di kalimat ini. Dan kata “postif” seharusnya adalah “positif”
4Kadang kondisi ini banyak membuat sebuah keluarga menjadi tidak harmonis dan akhirnya terjadi perceraian gara-gara kasus ini.Terkadang kondisi ini banyak membuat sebuah keluarga menjadi tidak harmonis dan akhirnya terjadi perceraian gara-gara kasus ini.Kata “kadang” tidak bisa berdiri sendiri. Harus di awali dengan imbuhan “ter-“
5demikian juga dengan kebiasaan meminum alkhoholdemikian juga dengan kebiasaan meminum alkoholPenulisan “alkhohol”  dalam kalimat ini salah. Seharusnya penulisan yang benar adalah “alkohol”
6Masa-masa inilah yang disebut masa subur, yaitu bila sel telur ada dan siap untuk dibuahiMasa inilah yang disebut dengan masa subur, yaitu bila sel telur ada dan siap untuk dibuahiKata “masa-masa” merupakan pemborosan kata. Seharusnya bisa ditulis dengan “masa” saja
7Hal ini juga merupakan suatu supaya agar kesuburan seorang wanita dapat terjaga dengan baik. Hal ini juga merupakan suatu upaya agar kesuburan seorang wanita dapat terjaga dengan baik. Kata “supaya” yang dipilih pada kalimat ini tidak tepat karena setelahnya sudah ada akata “agar”. Seharusnya kata yang dipilih adalah “upaya”
8Untuk cepat hamil, konsumsi vitamin maupun jenis makanan mengandung zat-zat dibutuhkan untuk kesuburan sangatlah penting untuk Anda dan pasangan.Agar cepat hamil, konsumsi vitamin maupun jenis makanan mengandung zat-zat dibutuhkan untuk kesuburan sangatlah penting untuk Anda dan pasangan.Kata “untuk” digunakan untuk menunjuk kepada kata benda. Sedangkan kata sesudahnya merupakan kata sifat, sehingga tidak cocok digunakan di kalimat ini. Seharusnya dapat diganti dengan kata “agar”

Rabu, 18 November 2015

Jurnal Perilaku Konsumen




AKMENIKA UPY, VOLUME 8, 2011
Arif Sudaryana
Perilaku Konsumen dalam Berbelanja pada Supermarket di Yogyakarta

Latar Belakang
Pemasaran merupakan ujung tombak perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya (Stanton) seperti bertahan hidup, memperoleh keuntungan dan berkembang. Tujuan tersebut akan dapat dicapai manakala perusahaan mampu menciptakan, mengantarkan serta mengkomunikasikan nilai melalui sebuah produk sehingga dapat meraih, mempertahankan pelanggan. Sehingga bidang pemasaran adalah merupakan bidang pengambilan keputusan yang sulit bagi perusahaan. Karena masalah pemasaran tidaklah memperlihatkan ciri-ciri kuantitatif murni dari masalah-masalah produksi, akuntansi atau keuangan. Berbagai variabel psikologis konsumen memainkan peranan penting dan besar dalam perencanaan pemasaran serta membentuk dan berinteraksi dalam fungsi bisnisnya. Pemahaman tentang bagaimana konsumen menanggapi tawaran perusahaan, memilih serta memutuskan produk yang akan dibeli adalah merupakan kunci sukses dalam pencapaian tujuan perusahaan. Untuk memahami konsumen dimulai dengan memahami kebutuhan dan keinginan yang menjadi motivas karena motivasi merupakan salah satu faktor psikologis kiranya perlu memperoleh perhatian sebab motivasi yang ada akan mendorong kebutuhan dengan diekspresikan dalam perilaku pembelian dan konsumsi suatu produk (Engel, Blackwell, Miniard, 1993.). Pemahaman motivasi konsumen dapat diperkirakan perilaku yang akan diekspresikan oleh konsumen sehingga pemasar dapat merancang rangsangan yang lebih tepat sehingga dalam melayani konsumen akan lebih baik dibanding pesaingnya. Oleh karena itu memahami perilaku konsumen terutama variabel kebutuhan dan keinginan konsumen sebagai motivasi adalah syarat mutlak bagi keberhasilan perusahaan.
Pada kondisi sekarang ini dengan adanya tuntutan waktu yang semakin sempit serta bergesernya budaya maka waktu yang tersedia untuk mencari alat pemenuhan kebutuhan sehari-hari juga berubah. Didalam memilih tempat berbelanja biasanya pembeli menghendaki tempat yang tidak jauh dari tempat tinggal, cukup strategis untuk dilalui dan mudah dicapai apabila ada kebutuhan yang sangat mendesak serta tempat parkir yang luas dan aman. Supermarket yang cerdik akan memilih lokasi dimana penghasilan penduduk yang stabil, terjamin dan tinggi. Jadi jumlah penduduk di sekitar lokasi akan menentukan jumlah calon langganan supermarket itu. Maka secara singkat dapat dikatakan bahwa lokasi supermarket memainkan peranan penting bagi suksesnya supermarket tersebut, sebab ia menentukan besarnya penjualan dan laba. Lokasi yang baik seringkali dapat menutup kelemahan pengelolaan, tetapi lokasi yang jelek dapat menjadikan kegagalan walaupun dikelola pengusaha yang paling trampil sekalipun (Basu Swastha Dh . 1987). Selain lokasi, pemilihan tempat untuk belanja bagi konsumen juga sering menginginkan aspek yang lain seperti kesenangan sebagai pleseiur. Motivasi konsumen akan dapat diketahui dari preferensi konsumen dalam memilih produk, karena preferensi konsumen atas atribut suatu produk merupakan manifestasi dari motivasi konsumen atas produk tersebut (Engel, Blackwell, Miniard, 1993). Motivasi yang ada akan mendorong proses dalam menentukan pilihan diantaranya berbagai alternatif dari kegiatan suka rela (Vroom dalam Gibson, Ivancevich dan Donelly, 1982).

Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode surve dilakukan dengan pengambilan data melalui penyebaran daftar pertanyaan yang ditujukan ke obyeknya.

Kesimpulan
a.              Berdasarkan analisis terhadap pengaruh berbagai atribut secara individual, masingmasing diketahui bahwa atribut kemudahan dalam berbelanja, keanekaragaman produk serta atribut harga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen dalam berbelanja. Diantara variabel tersebut, atribut kemudahan adalah variabel yang paling besar pengaruhnya. Namun jika dilihat kelima variable tersebut secara simultan maka semua variabel tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan sehingga layak sebagai variabel prediktor.
b.              Hubungan karakteristik konsumen dengan manfaat yang dicari, ternyata ada hubungan yang dignifikan antara jenis pekerjaan dan perbedaan tingkat pendapatan dengan kecenderungan memilih atribut yang ada pada supermarket sehingga perbedaan karakteristik akan memberikan perbedaan tanggapan atas setiap atribut yang ditawarkan oleh supermarket.



Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Wilayah Vol. 1 No. 2, Juli 2010
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK SAYURAN DI PASAR MODERN KOTA BEKASI 
Oleh : Euis Dasipah, Haris Budiyono, Meilan Julaeni

Latar Belakang
Mengingat begitu penting manfaat sayuran bagi konsumen, maka komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang besar bagi sektor agribisnis. Sayuran perlu dikonsumsi setiap hari oleh konsumen, untuk memelihara fungsi tubuh secara sehat, sehingga ketersediaan dan penawaran sayuran di pasar merupakan peluang bagi petani, pengelola pasar, dan pedagang sayuran.
Peningkatan jumlah penduduk Indonesia memiliki hubungan yang sejalan dengan peningkatan konsumsi sayuran di Indonesia. Menurut BPS (2005), diperoleh keterangan bahwa frekuensi konsumsi atau makan sayuran di kota-kota besar tidak begitu mengalami penurunan. Hal ini karena adanya daya beli konsumsi masyarakat cukup tinggi terhadap sayuran. Dengan demikian jelaslah bahwa mutu dan kesegaran sayuran sangat menentukan harganya. Padahal seperti produk hortikultura yang lain, sayuran sangat mudah rusak dan membusuk dalam waktu yang relatif singkat sehingga mutunya menurun dan bahkan tidak dapat dikonsumsi sama sekali. Hal ini berarti pasar harus selalu dipasok sayuran segar setiap hari. (Rahardi F., Rony Palungkun, dan Asiani Budiarti, 1999)
Peluang pemasaran sayuran saat ini adalah pasar swalayan, supermarket dan outlet khusus yang merupakan pasar modern yang menjual sayuran segar dimana konsumen kelas menengah ke atas sebagai pasar sasaran yang akan dituju, yang biasa membeli kebutuhan mereka berupa sayuran. Sayuran tersebut dijual dengan harga yang relative mahal dibandingkan dengan yang ada di pasar tradisional. Namun ada sebagian konsumen yang memilih untuk membeli sayuran di pasar modern seiring dengan meningkatnya tingkat pendapatan dan pengetahuan, serta pertukaran dan motif berbelanja lainnya.
Hal menarik lainnya adalah meskipun saat ini produk sayuran semakin tersedia di berbagai tempat berbelanja, namun penjualannya belum terlalu meningkat. Produsen maupun pemasar perlu memahami apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen dan hal-hal apa saja yang mempengaruhi atau dipertimbangkan selama pembelian sayuran itu dilakukan. Perilaku konsumen yang membeli produk sayuran ini menarik untuk diteliti, tentang bagaimana alasan, jenis produk sayuran yang dibeli, jumlah frekuensi pembelian, dan sebagainya. Untuk keperluan ini maka menjadi penting untuk melakukan penelitian mengenai Analisis Perilaku Konsumen Dalam Membeli Produk Sayuran di Pasar Modern.

Metode dan Analisis Data
Data yang dikumpulkan merupakan data ordinal sehingga untuk menaikkan tingkat pengukuran menjadi interval digunakan Methode of Successive Interval.
Analisis Deskriptif digunakan untuk mendapatkan gambaran tentang (1) karakteristik responden dan (2) jenis komoditi yang paling diinginkan oleh responden dan digunakan untuk analisis bagi variabel yang dinyatakan dengan frekuensi baik angka mutlak maupun persentase.
Analisis Faktor digunakan untuk mentransformasi sejumlah variabel dependen menjadi variabel baru yang saling bebas, sehingga dapat diketahui variabel dan faktor-faktor dominan diantara varabel-variabel yang mempengaruhi konsumen dalam proses keputusan pembelian. Selanjutnya penelitian ini menggunakan metode ekstraksi Principal Component Analysis, yaitu suatu pendekatan dalam analisis faktor yang memperhitungkan total varian dalam data.

Kesimpulan
    1.          Karakteristik konsumen dalam membeli produk sayuran mayoritas responden (89%) adalah wanita, yang berusia antara 26035 tahun (41%) yang berstatus pernikahan telah menikah (73%), pada umumnya berpendidikan Sarjana dan Diploma (75%), yang berperan sebagai ibu rumah tangga (43%), yang memiliki pendapatan perbulan antara Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000 (46%), dengan jumlah anggota keluarga 1-4 orang (67%).
    2.          Dalam perilaku berbelanja sayuran di pasar modern menunjukkan bahwa jenis sayuran yang diinginkan/diminati konsumen yang masuk dalam lima besar ini adalah bayam hijau, brokoli, wortel, jagung manis, dan sawi putih. Frekuensi berbelanja konsumen dilakukan sesekali bilamana ada keperluan (45%) dengan jumlah pengeluaran setiap kali membeli sayuran antara RP 25.000 – Rp 50.000 (37%) responden.
    3.          Faktor-faktor dominan yang mempengaruhi atau dipertimbangkan dalam proses pembelian sayuran adalah faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologi. Variabel-variabel dominan yang mempengaruhi atau dipertimbangkan konsumen dalam proses pembelian adalah keluarga, kelompok referensi, usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, pembelajaran, peran dan status, kepribadian, motivasi, persepsi, demografi, gaya hidup, kelas social, keadaan ekonomi dan keyakinan.



Buletin Peternakan Vol. 35(2): 137-142, Juni 2011
PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN BAKSO DI MALANG
Budi Hartono*, Umi Wisapti Ningsih, dan Nila Fithria Septiarini

Latar Belakang
Kota Malang juga dikenal sebagai kota Bakso selain kota Apel. Bakso merupakan makanan daging sapi yang dicampur dengan terigu yang dimasak dengan proses tertentu untuk dikonsumsi. Bakso sangat populer dan digemari semua kalangan dengan harga yang bervariasi dan terjangkau oleh konsumen. Tarwotjo et al. (1971) menjelaskan bahwa bakso daging sapi merupakan sumber protein hewani karena daging sapi mengandung protein yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Usaha bakso membutuhkan tenaga kerja mulai dari lokasi penggilingan, sampai daerah produsen dan pemasaran. Bakso dibuat menggunakan daging segar agar dihasilkan bakso yang kenyal dan kompak. Bahan baku bakso umumnya berasal dari daging paha belakang sapi, akan tetapi dapat juga dibuat dari bagian karkas lainnya.
Usaha bakso dapat digolongkan sebagai usaha kecil. Parubak et al. (2004) menjelaskan bahwa usaha kecil mempunyai peranan penting dan strategis dalam mewujudkan pembangunan nasional. Usaha kecil merupakan usaha yang ditekuni oleh sebagian besar masyarakat dan merupakan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan yang luas kepada masyarakat. Pemerintah terus berupaya membina kelompok usaha kecil agar menjadi usaha yang semakin efisien dan mampu berkembang mandiri dan dapat membuka lapangan kerja baru.
Dua faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan pembelian yaitu faktor internal dan faktor eksternal (Asseal, 1992). Faktor eksternal terdiri dari faktor lingkungan dan strategi bauran pemasaran. Faktor lingkungan terdiri dari faktor budaya, referensi dan kelas sosial. Strategi bauran pemasaran terdiri dari produk, harga, promosi, dan distribusi. Faktor internal terdiri dari faktor gagasan dan karakteristik konsumen. Faktor internal dan eksternal dalam interaksinya dapat mempengaruhi perilaku konsumen baik secara individual maupun secara bersama-sama.
Konsumen melakukan pembelian tidak terlepas dari karakteristik produk baik mengenai penampilan, gaya, mutu dan harga dari produk tersebut. Penetapan harga oleh penjual akan berpengaruh terhadap perilaku pembelian konsumen, sebab harga yang dapat dijangkau oleh konsumen akan cenderung membuat konsumen melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Karakteristik penjualan bakso akan mempengaruhi keputusan membeli. Konsumen akan menilai mengenai penjual, baik mengenai pelayanan, mudahnya memperoleh produk dan sikap ramah dari penjual (Tedjakusuma et al., 2001).
Penjual bakso harus memahami keinginan konsumen dengan cara mempelajari perilaku konsumen agar konsumen bersedia membeli baksonya. Pemahaman perilaku konsumen yang baik dan tepat diharapkan akan mengembangkan kegiatan pemasarannya. Penjual bakso daging perlu mengenal konsumen, sasaran dan model keputusan yang dilakukan oleh konsumen, sehingga penjual bakso daging mengetahui motif konsumen dalam menilai bakso daging yang sesuai dengan hati nuraninya. Analisis faktor digunakan untuk menentukan urutan faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam membeli bakso daging di Kota Malang, sehingga perlu dilakukan penelitian agar penjual bakso dapat mempertahankan eksistensinya.

Metode Penelitian
Penelitian dilakukan dengan metode survei di Kota Malang dengan pertimbangan bahwa Kota Malang dikenal sebagai Kota Bakso.

Kesimpulan
Sebagian besar responden yang melakukan pembelian bakso adalah perempuan, berstatus pelajar, mempunyai umur di bawah 35 tahun, pendapatan individu yang diperoleh antara Rp. 1.000.000,00 sampai Rp. 2.000.000,00 per bulan dan harga bakso Rp. 5.000,00 seporsi dapat dikategorikan terjangkau. Pola mengkonsumi bakso bukan sebagai makanan pokok tetapi sebagai kuliner, hobi, dan makanan camilan. Delapan faktor yang dipertimbangkan responden secara berurutan adalah harga, kelas sosial, kemudahan mencapai lokasi, parkir, tampilan penyajian, kepuasan, pendapatan, dan demografi.



Sumber :

http://ekonomi.upy.ac.id/files/PERILAKU%20%20KONSUMEN%20DALAM%20BERBELANJA%20PADA%20SUPERMARKET%20DI%20YOGYAKARTA%20(ARIF%20SUDARYANA).pdf

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=19677&val=1236

file:///C:/Users/User/Downloads/600-485-1-PB%20(2).pdf



Minggu, 11 Oktober 2015

Perilaku Konsumen( Jurnal 1 & Jurnal 2)




PERILAKU KONSUMEN

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan dengan pertimbangan yang matang.

1.2  Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui bagaimana Peranan Perilaku konsumen terhadap individu, anggota masyarakat, dan Keputusan konsumen.

1.3  Metode Penelitian
Metode penelitian yang dipakai oleh penulis adalah dengan objek yang dipakai Pada Perilaku Konsumen. Dengan memberikan pertanyaan yang telah dibuat penulis yaitu pertanyaan mengenai sejarah Perilaku Konsumen.

1.4  Kesimpulan
Berdasarkan uraian hasil penelitian dan pembahasan pada bab terdahulu, maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Studi perilaku konsumen muncul seiring dengan berkembangnya konsep pemasaran, yang merupakan cara pandang pemasar dalam menghadapi konsumen dan pesaingnya, di mana pemasar berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen secara lebih efektif dari para pesaingnya. Tujuannya adalah memperoleh kepuasan pelanggan. Sehingga ilmu perilaku konsumen dibutuhkan untuk mengidentifikasi apa kebutuhan dan keinginan konsumen dan pelanggan tersebut sehingga pemasar mampu menyusun dan mengimplementasikan strategi pemasaran yang tepat untuk karakteristik konsumen yang menjadi target pasar. Pemahaman tentang konsumen ini diperoleh pemasar melalui penelitian-penelitian perilaku konsumen sehingga dapat dipertanggung-jawabkan kebenaran informasi yang terima dan digunakan dalam penyusunan strategi pemasaran. Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user. Dalam upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yaitu pengelompokan menurut geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.




PERILAKU KONSUMEN DALAM PENGGUNAAN KARTU KREDIT DI
WILAYAH DKI JAKARTA
Risna Sulistyawaty
ABSTRAK


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Di jaman era globalisasi ini untuk melakukan transaksi, dapat digunakan berbagai sarana pembayaran, mulai dari cara yang paling tradisional, sampai dengan cara yang paling modern sekalipun. Sejalan dengan perkembangan jaman ditemukan cara yang paling efisien dan efektif untuk melakukan transaksi pembayaran yaitu dengan menggunakan kartu plastik atau lebih dikenal dengan kartu kredit yang mampu menggantikan fungsi uang sebagai alat pembayaran. Kartu kredit ini dapat pula digunakan untuk berbagai keperluan yang berfungsi sebagai alat pembayaran tunai. Penggunaan kartu kredit dirasakan lebih aman dan praktis untuk segala keperluan, seperti untuk keperluan uang tunai dalam bepergian, bahkan dewasa ini kartu kredit sudah dapat digunakan untuk segala bentuk pembayaran secara internasional. Pelopor pengembangan kartu kredit di Indonesia dilakukan oleh Citibank dan Bank Duta. Dewasa ini jenis kartu kredit yang beredar adalah Master CardVisa Card, Visa BCA, Dinner Club, Amex Card dan kartu-kartu kredit lainnya. Khusus untuk Dinner Club merupakan kartu kredit yang bukan dikeluarkan oleh bank, akan tetapi oleh lembaga pembiayaan seperti PT. Dinner Jaya Indonesia.

1.2  Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana jenis penggunaan kartu kredit dapat memprediksi cluster konsumen ke dalam kelompok pengguna kartu kredit dan kelompok bukan pengguna kartu kredit dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi motivasi responden untuk menggunakan kartu kredit dan tidak menggunakan kartu kredit.

1.3  Metode Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan metode kajian lapangan (field studies) yaitu suatu kajian ilmiah Non Eksperimental yang secara sistematis mempelajari hubungan atau korelasi dan menguji hipotesis, serta dilakukan dalam situasi kehidupan nyata (Kerlinger, 1986). Selain itu peneliti menggunakan data gabungan yaitu : data primer dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen dan data sekunder yang didapat dari beberapa buku, penelitian sebelumnya, dan dari internet.

1.4  Kesimpulan
Terdapat tiga kelompok pemakai kartu kredit antara lain kelompok pemakai jarang (1-3 kali), kelompok pemakai sedang (4-6 kali) dan kelompok pemakai sering (lebih dari 6 kali). Dari masing-masing kelompok pemakai kartu kredit, dapat diketahui bahwa semakin tinggi pendidikan, jabatan dan pengeluaran rumah tangga seseorang maka semakin tinggi frekuensi pemakaian kartu kreditnya. Selain itu dapat dilihat faktor-faktor yang mempengaruhi atau memotivasi perilaku pemegang kartu kredit untuk menggunakan kartu kreditnya. Faktor-faktor tersebut yaitu faktor keunggulan dan faktor kemudahan. Serta dapat dilihat juga faktor-faktor yang mempengaruhi atau memotivasi perilaku konsumen dalam tidak menggunakan atau tidak memiliki kartu kredit. Untuk bukan pengguna kartu kredit hanya ada satu faktor yaitu faktor tidak butuh.
Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang telah terbentuk bisa dikatakan dengan gaya hidup masing-masing kelompok. Ada yang menggunakan kartu kredit untuk mempermudah hidupnya dan sesuai dengan gaya hidupnya dan ada pula yang tidak menggunakan kartu kredit itu sesuai dengan gaya hidupnya. Karena gaya hidup individu itu berbeda dengan individu yang lainnya.


Nama : Tantri Nur Jayanti
Npm   : 18213792
Kelas  : 3EA10